Diam Itu Tanah

Dahulu kala, nampaknya sebelum orang-orang yang sekarang didengar pepatah dan pendapatnya, istilah yang sering dipakai orang-orang tua yakni “Diam itu emas”. Karena harga emas begitu tinggi jika dibandingkan harga barang apapun di masa itu. Hari ini, istilah itu juga masih ramai dipakai oleh mayoritas orang karena emas juga masih menjadi benda yang mahal di kalangan tertentu.

Saya tidak tahu apakah mereka belum sadar juga bahwa masih ada yang lebih mahal dari pada emas. Benda yang dijadikan pijakan, tumpuan, patokan atau landasan bagi setiap makhluk daratan untuk beraktivitas, Tanah. Harga tanah di tempat-tempat strategis bisa saja meroket tinggi dan menjadi sangat berharga dibanding tempat lainnya. Utamanya karena faktor ketersediaan fasilitas, kemudahan akses, peluang bisnis, dan juga kenyamanan bagi sang pemilik.

Ini yang menjadi asal muasal mengapa situs ini saya beri judul “Diam itu tanah”.

Diam adalah aktivitas yang paling sering saya lakukan. Dengan diam, banyak hal yang bisa dilakukan tanpa harus diketahui atau mengganggu orang lain. Diam membuat saya mampu mempelajari lingkungan. Diam mampu mengekspresikan banyak hal tanpa mengeluarkan energi terlalu banyak. Diam yang saya lakukan adalah membisu. Mengurangi ucapan-ucapan yang tidak perlu.

Banyak orang yang mungkin juga merasakan apa yang saya alami, yakni dianggap pendiam saat awal pertama mengenal. Saya hanya memerlukan waktu yang sedikit lebih banyak dibandingkan orang lain untuk menyesuaikan diri dan memosisikan diri.

Diam memberikan kita ruang untuk memikirkan segalanya tanpa harus dilakukan. Imajinasi-imajinasi liar dapat dengan leluasanya melompat kesana kemari. Menjadi diri yang terbatas hanya dalam pikiran dan angan yang sekali lagi tidak perlu mengganggu privasi orang di sekitar.

Diam itu tanah, tanah itu diam. Diam akan menjadi sangat berharga ketika seseorang membutuhkan ketenangan, kedamaian tanpa perlu merasa terganggu oleh yang lain. Tanah juga akan menjadi sangat berharga ketika berada di posisi dan lokasi yang baik.

Maka dari itu, melalui situs ini saya ingin menyampaikan dan membagi curahan tentang apa saja yang telah terjadi di dalam pikiran dan keseharian saya. Mencoba meredahkan penyakit mental yang kerap menjatuhkan kepercayaan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s