Kemenkeu Muda

Hai! Berawal dari instastory-instastory @mezzanineclubid yang berseliweran di pertengahan tahun ini, berisikan semacam disuruh siap-siap jadi “The Next Future Leaders“.

Tak lama berselang, keluar panggilan untuk jadi relawan panitia dalam acara tersebut. Dan di poster yang sama akhirnya terkuaklah bahwa narasumber yang akan dihadirkan adalah orang nomor wahid di Kementerian Keuangan. Siapa lagi kalau bukan Bu Sri Mulyani Indrawati.

Panggilan jadi relawan tak akan saya sia-siakan. Niatan utamanya ya agar bisa punya teman baru lagi, apalagi dengan mereka yang berbeda eselon I. Akan sangat menyenangkan, bukan?

Form elektronik diisi, dimintai biodata, esai yang agak panjang, dan tentunya pengalaman kerelawanan di bidang yang akan saya ambil, dokumentasi. Terus terang saja kalau bantu-bantu mah sudah dari kecil juga bantu-bantu. Menjadi relawan beliin ibu terasi, cabe, atau jahe. Tapi sepertinya bukan itu yang diminta. Karena memang tidak ada hubungannya dengan dokumentasi. Berbeda mungkin jika saya sudah mendokumentasikan mbak-mbak jual sayur-mayur atau di kampuang saya disebut pelijo.

Nggenahnya, baru ikut kerelawanan ya waktu di Launching INYS di Kedubes Belanda dua sampai tiga tahun lalu. Kelamaan ya?

Bisa jadi karena ketidakproduktifan saya di masa lalu itu lah yang membuat saya tidak lolos seleksi relawan. Walaupun bisa jadi juga karena esai saya yang kurang nendang. Atau mungkin karena saya sedang kuliah, jadinya mereka tak ingin mengganggu waktu belajar saya. Hahaha. Ya sudahlah ikhlaskan saja.

Acara yang ditargetkan akan diselerenggarakan seiring dengan perayaan Hari Oeang Kemenkeu di akhir Oktober, nyatanya mundur sampai akhir November. Yang awalnya masih menggunakan nama “Mezzanine Club”, akhirnya keluar resminya menjadi “Kemenkeu Muda”.

Dua minggu sebelum hari H, poster pendaftaran peserta mulai di-instastory-kan. Tak berbeda jauh dengan form kerelawanan, muncul lagi si esai di kolom yang dikategorikan harus diisi itu.

Isi aja lah sebisanya, clik clink clik clink, sudah. Pas dibaca ulang: sedih, nggak jelas banget perbendaharaan esai saya.

Menunggu, menunggu, menunggu. Alhamdulillah terikut juga saya di acara pertama saya bersama para muda Kemenkeu. Selidik punya selidik, banyak juga ternyata yang berminat. Dari satu kelas saya, ada enam orang yang lolos menjadi peserta. Kelas lain juga rata-rata tidak jauh dari itu jumlahnya.

Jadi peserta sudah dicapai. Tanggal dan waktu berlangsungnya acara sudah ditentukan. Nah, sekarang ada masalah baru: jadwal registrasi yang dipatok hanya di jam 16.00 – 17.30 WIB berbenturan dengan normalnya jadwal mata kuliah Akuntansi Menangah kami.

Gini amat yak mau ikutan acara. Seakan tak direstui semesta.

Bismillahirrohmanirrohim aja lah… eh, ternyata jiwa muda Kemenkeu itu pun sudah terpampang nyata terlebih dulu dalam diri ketua kelas saya. Belio yang mungkin memang tidak mendaftar, mengerti akan nasib enam anggota kelasnya yang begitu mengidam-idamkan untuk bisa datang ke acara tersebut dengan sehat wal afiat.

Jadwal kuliah pun digeser ke hari sebelumnya. Tadinya sih bukan digeser, tapi ditukar. Otomatis sebenarnya sama saja. Tetapi, semesta berkata lain. Dosen mata kuliah yang ditukar tersebut, urung hadir karena belionya ada acara lain.

Jadi juga mak awak ikutan. Ketemu idola semua idola.

Kuliah hari itu berakhir sebelum adzan sholat Jumat berkumandang. Jeda antara siang hingga registrasi masih banyak. Kalau berangkat dari Kebayoran di sekitar jam tiga, mungkin akan terjebak macet entah di titik yang mana. Akhirnya saya dan Pamungkas memutuskan untuk mampir ke Atrium dulu, menonton Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Lumayan.

Pengalaman memasuki kawasan kementerian untuk yang pertama kali, dilalui dengan agak koplak dan memilukan. Di sini, parkiran motor dibuat vertikal. Ada gedung sendiri khusus parkiran. Naik-turun kami cari slot parkiran yang kosong. Sewaktu sedang naik, mengintip sebentar ke arah lantai sebelumnya, ternyata ada slot yang kosong. Akhirnya kami turun lagi. Motor pun siap diparkir, tak lama, kami menyadari satu hal: parkiran khusus wanita.

Gini amat yak markir motor. Sabodo teuing ah.

Tak berhenti di situ, karena kami berprinsip: sesat bertanya malu di jalan, membuat kami sedikit-sedikit tanya ke sekuriti mengenai keberadaan si Gedung Dhanapala ini. Eh, ternyata tak lama berjalan setelah adegan ada anak bertanya pada sekuriti, ketemu juga sama papan penunjuk arah.

Yaaa, nggak mama lah, itung-itung silahturahmi sama penguasa wilayah. Absen muka dulu.

Registrasi pun kita juntrungi. Nah, yang membuat kami lumer di awal adalah konsumsinya: air mineral botol, kopi / milkshake, dan buah / burger. Lumer nggak tuh? Baru kali ini dapet konsumsi ada buah segar segala. Ya jelas pilih buah lah. Untuk mendukung gaya hidup sehat.

Walau akhirnya kelaperan juga pas di dalam: kenapa nggak burger aja tadi ya?

Nah, dari sekitar tujuh puluh ribuan pegawai Kemenkeu, sekitar lima puluh dua persen di antaranya adalah mereka dengan usia produktif dan kelewat produktif. Sampai-sampai ada kantor yang pegawai ‘senior’nya hanya kepala seksi dan kepala kantornya, kebanyakan sisanya masih unyu-unyu dengan catatan (maksudnya paling tua umur tiga puluhan gitu).

DSCF5232
Mas Nopri dan Mbak Delfi memandu jalannya acara.

Bertajuk KEMENKEU MUDA: Merawat Mimpi Lintas Generasi, agenda awal ini adalah forum eksklusif bersama Bu Menteri Sri Mulyani Indrawati.

Siapa sih yang nggak kenal belio? Seorang wanita karier yang begitu dikagumi karena kecemerlangannya di kancah ekonomi, karier yang keren hingga berkesempatan bekerja di World Bank, menteri yang punya andil besar di dalam transformasi Kemenkeu, dan terlebih lagi dukungan penuhnya terhadap almamater saya, Politeknik Keuangan Negara STAN.

Dari yang awalnya hanya menargetkan tiga ratusan peserta, berkat fasilitas dan dukungan yang diberikan, pecah menjadi seribu tiga ratusan.

Acara ini merupakan konsolidasi awal para Kemenkeumuda. Mereka berkomitmen untuk bisa berkolaborasi antareselon I, siap berkontribusi pada Negara dalam kerja dan karyanya, serta mampu memberikan inovasi juga kreativitas pada instansi yang mereka cintai ini. Supaya tambah ‘moncreng’ kalo pake istilahnya Pak Setjen Hadiyanto.

DSCF5352
Beberapa Direktur, Kepala Badan, dan Staf Ahli bernyanyi bersama lagu Kebyar-kebyar.

Pemuda itu ciri-cirinya memang butuh pengakuan sekaligus motivasi, bimbingan, dan dukungan dari yang pernah muda. Tak hanya dihadiri oleh yang muda-muda dari sebelas unit eselon I di Kemenkeu, para pejabatnya yang pernah muda pun turut menyempatkan hadir.

Di sana saya berkesempatan untuk melihat dan merasakan langsung begitu besar kobaran semangat api di antara kami Kemenkeumuda. Kami yang begitu cinta dengan Indonesia dan memiliki andil langsung untuk mengabdi.

Tak kalah dengan pemudanya, sepenglihatan saya, para pejabat eselon pun kagum. Yang dahulu saat beliau-beliau masih muda mungkin tidak bisa atau tidak mempunyai kesempatan serupa.

Saya sangat bersyukur dan bahagia dengan atmosfir seperti ini. Pemudanya berinovasi, seniornya memberi dukungan, contoh, inspirasi, dan motivasi. Mereka yang mau merangkul dan sedikit melunakkan batas atasan dan bawahan.

Jadi, mengapa kita harus memberi jarak kepada junior atau sesama kita? Jika atasan kita yang di puncak sana malah tak sebegitunya.

FYI: Kemenkeu berhasil menduduki peringkat kedua di bawah Bank Indonesia dalam survei “The Most Attractive Employer 2017” kategori business/commerce, lho!

DSCF5301
Bu Sri Mulyani memberikan arahan.

Bu Menteri dalam kesempatannya menyampaikan begitu banyak pesan moral, nasihat-nasihat kepada Kemenkeumuda, dan ceritanya dulu ketika masih muda. Para Kemenkeumuda hanya bisa terkesima, menyimak pesan-demi-pesan, cerita-demi-cerita dengan baik, sesekali tertawa antusias, tak lama terdengar suara tepuk tangan bangga bergemuruh, bernyanyi bersama, dan seperti ada semangat baru yang tumbuh dalam diri mereka.

“Jadilah aset Negara yang berharga, jujur pada diri sendiri, hormatilah yang lain, tetap positif, disiplin, dan fokus!”

“Kalian semua berbeda, tapi kalian memiliki satu nilai yang sama, yakni integritas.”

“Kami yang di sini, punya cerita masa lalu yang berat, tidak seperti kalian. Namun, tantangan ke depan yang kalian akan hadapi bisa jadi lebih berat dari masa lalu kami. Teruslah berinovasi dan beradpatasi!”

DSCF5252
Selfie Bu, selfie Bu!

“Anak-anak muda patut menyibukkan dirinya dengan bekerja keras. Bekerjalah dengan memberikan lebih dari apa yang diminta untuk dikerjakan. Jangan hitung-hitungan. Karena semakin kita banyak memberi, maka akan semakin banyak kita menerima.”

Impian terbesar beliau, yang hingga saat ini belum tercapai, adalah melihat Indonesia yang adil dan makmur, cita-cita pejuang kemerdekaan dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Bagaimanapun saya merasa bangga dan berterima kasih kepada penggagas, segenap panitia yang menyajikan acara ini dengan begitu epic, dan Bapak/Ibu yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Kemenkeumuda. Itulah jiwa Kemenkeu kita.

Acara ini juga merupakan bukti bahwa muda-mudi Kemenkeu tak hanya giat dan gigih bekerja, tapi juga punya inovasi dan kreativitas yang bisa menyeimbangkan serta memberi warna dalam dunia kebirokratan ini.

Harapannya, tentu sinergi di antara muda tidak bisa berhenti hanya di sini. Biarkan kolaborasi, kontribusi, dan inovasi benar-benar nyata dilakukan dan bermanfaat besar dalam institusi dan negeri. Semoga Kemenkeu terus berjaya!

“Kemenkeu Muda bukan hanya milik Jakarta dan Kantor Pusat sahaja. Kemenkeu Muda adalah milik semua. Jika ditanya siapa kita? Jawab: Kemenkeu Muda! Jika ditanya berapa jumlah kita? Jawablah: Satu!” Fitri Mayang Sari – Hits Kemenkeu, Penggerak pemuda, Calon kuat menteri keuangan masa depan.

Saya masih yakin dan percaya, Indonesia berada di jalur yang benar, berisikan orang-orang yang baik, dan cita-cita yang ingin diwujudkan bersama.

Oh ya! Anda bisa terhubung dengan Kemenkeu Muda melalui:

Facebook: Kemenkeu Muda | Twitter: @kemenkeumuda | Instagram: @kemenkeumuda

 

 

Malam itu pun berakhir, saya menaiki komuter terakhir, dan syukurlah masih ada babang gojek yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s