Tulis Saja

Menulis bagi sebagian orang bisa jadi adalah hal yang tidak terlalu menarik untuk dilakukan. Walau dalam kenyataan setiap harinya, kita pasti menulis sesuatu. Bisa berupa tugas, chat, komentar, status media sosial, kepsyen foto, dan sebagainya. Tapi untuk menulis sebuah bacaan panjang atau sebuah artikel, jarang orang yang berselera. Apalagi jika topik yang ditulis bukan karena minat. Sempat membaca saja sudah syukur, eh boro-boro menulis.

Sewaktu saya SMA, saya bukan orang yang pandai membuat karangan, apalagi karya tulis. Pengalaman pertama menulis saya dulu adalah menulis ala-ala novel Raditya Dika. Alay, iya. Saking alaynya, saya pernah membuat dengan konsep serupa hingga belasan judul. Sempat juga sampai ke tahap memproyeksikan jika dinovelkan, akan menjadi berapa lembar.

Sebelum wordpress yang sekarang ini, saya dulu pernah menggunakan blogspot dan tumblr. Saya sempat memosting beberapa tulisan dan foto-foto standar anak SMA alay pada periodenya.

Mengapa akhirnya berlabuh ke wordpress? Alasan pertamanya karena blogspot yang saya kelola tiba-tiba tidak bisa diakses. Sedangkan tumblr, menurut saya tidak cukup terlihat seksi dan terlebih orang masih tidak terlalu familiar dengan tumblr. Yang akhirnya sekarang malah diblokir pemerintah. Untuk wordpress sendiri, menurut saya wordpress mudah sekali untuk dikelola.

Tujuan awal saya menulis bukan karena saya ingin membagikan cerita atau membuat orang mendapat manfaat karenanya. Tapi lebih kepada sekadar mengeluarkan unek-unek saya saja. Kalaupun ada yang kebetulan mendapat manfaat atas tulisan saya, syukur alhamdulillah. Saya tidak pandai bercerita langsung ke orang, walaupun menulis pun tidak terlalu juga. Saya belum siap untuk dihakimi secara langsung oleh orang sekitar. Sekalipun saya bercerita, mungkin saya pilih dengan seleksi ketat ke siapa saya bisa bercerita. Tetapi toh menulis menjadi obat mujarab untuk menenangkan pikiran saya.

Apapun masalah yang saya hadapi, sebagai seorang yang dominant introvert, menulis menjadi sarana saya untuk berterus terang. Menjadi salah satu tempat saya semedi, salah satu tempat saya untuk jujur pada diri sendiri, salah satu tempat saya mencurahkan apa yang sedang saya pikirkan atau kegelisahan apa yang ketika itu sedang saya rasakan. Yang bisa jadi untuk bercerita ke orang lain menjadi sulit untuk saya lakukan.

Biasanya tulisan saya bersumber dari pikiran yang tiba-tiba terlintas atau efek karena membaca sesuatu, juga bisa jadi berasal dari apa yang saya alami di masa lalu. Kalau sedang memikirkan sesuatu dan ingin saya tulis, saya harus benar-benar menulisnya. Mood untuk menulis itu sukar sekali untuk dikondisikan, selagi semangat menulis, ya saya usahakan untuk menulis.

Itu mengapa kalau dibuat terjadwal, semisal tiap minggu terbit, sangat sulit dilakukan. Kalau dipaksakan menulis, biasanya malah aneh dan bisa jengkel sendiri gara-gara pikiran mentok atau memang moodnya sedang tidak bersahabat. Paling banyak dua kali sebulan atau dua bulan sekali. Mana enaknya saja.

Tentang gaya penulisan di wordpress, seperti ini lah nyamannya saya dalam menulis. Judulnya tidak jelas, foto sampulnya lumayan bagus, gaya bahasanya formal nggak-formal, isinya agak panjang walau kadang membingungkan, kata-kata yang keluar itu-itu saja, ditambah jarang sekali saya lampirkan foto atau ilustrasi gambar pendukungnya. Sepertinya hanya di kategori Reportase atau YXGQ, postingan saya memuat gambar.

Tapi ya setiap orang pasti punya gayanya masing-masing. Bisa gayanya sangat formal, sangat informal, semi formal, banyak fotonya, ada videonya, macem-macem.

Lalu, jika ternyata di tengah penulisan tiba-tiba zonk atau moodnya hilang, ya saya tulis saja apa yang tersisa di pikiran. Nanti ketika dibaca ulang dari awal, akhirnya bisa sedikit-sedikit dirapikan atau disunting bagian ini itu. Kalau tidak, ya disimpan dulu hingga moodnya pulih.

Ketika saya menulis, biasanya saya baca ulang dari atas sampai bawah sampai lebih dari sepuluh kali. Kira-kira poin mana yang perlu dan tidak perlu, butuh dikembangkan atau justru dibuang, cocoknya ini di atas ini atau itu di bawah itu, dan sebagainya.

Bicara tentang kesulitannya, terkadang idenya itu terlewat sederhana. Saking sederhananya, pengembangannya dalam bentuk paragraf-paragraf menjadi sedikit sukar. Jika persediaan idenya sedang banyak, malah kebingungan akan dirangkai seperti apa. Sering kali, ide yang seharusnya dipecah menjadi beberapa tulisan, karena keterbatasan kepiawaian dalam memecah-belah, akhirnya dijadikan satu tulisan panjang. Penulisnya mimisan, pembacanya muntah. Cocok.

Selain itu, kesulitan yang juga ditemui hingga saat ini terletak di paragraf pendahuluan. Ibaratnya, akan di-selamat-datangi seperti apa para tamu yang datang ini. Jangan sampai, karena welcome drink-nya kurang segar, pengunjungnya malah langsung close tab.

Yang terpenting, jangan pernah menulis tentang hoax, hate speech, atau provokatif demi keuntungan pribadi semata. Dikhawatirkan malah akan merugikan baik bagi pembaca, maupun penulis sendiri. Kita main damai-damai saja.

Seorang Ibu Guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP dulu pernah berkata, “Baca, baca, baca, tulis.”

Nah, buat kalian yang belum berani menulis padahal sedang ingin sekali, mulai saja menulis. Seru, lho! Toh menulis ini bukan untuk ajang penilaian atau gaya-gayaan. Awal-awal kalau tidak terbiasa memang aneh. Tapi kalau sudah dimulai, biasanya malah jadi doyan.

Jangan khawatir secara berlebihan akan penilaian orang tentang tulisan kalian. Ada yang memuji, pasti ada juga yang mencela. Tapi tetep, tulis saja!

4 tanggapan untuk “Tulis Saja

  1. Karena bahas Indonesia saya cuma dapat 6, mending aku rajin baca wall mu ajalah. Kalo dipaksa nulis ga bakal kelar. Haha..

    Enak baca nya iz. Simpel banget, ringan (garing gurih kriuk kriuk apalagi ya? Ga pake micin. Haha).

    Suka

    1. Tapi bahasa inggris 9 ye bang! 😛

      You shoukd try writing lhooo.. sometimes writing is healing. walau pengobatan alternatif dan panti pijat juga ada ya bang. Hahaha.

      Makasih lho bang,, kripik mlinjo la ya…

      Suka

  2. Ping-balik: Kkktto

Tinggalkan Balasan ke Willy Siahaan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s