Pajakmu Berarti: Air

Air, bayangin kalo di bumi ini nggak ada air? Oh, kalo lo kejauhan ngebayanginnya, coba bayangin aja kalo di sekitar lo nggak ada air. Jangankan buat mandi, buat minum seteguk aja susah. Bisa? Semoga lo berhasil bayangin tu air. Yuk kita belajar bareng-bareng, coba ingat-ingat lagi pelajaran hidrologi pas SMA dulu (gue berharapnya lo anak […]

Read More Pajakmu Berarti: Air

Pajakmu Berarti

Semua orang di dunia ini pasti setuju bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko atau tantangannya tersendiri. Mulai dari petani, dokter, arsitek, ilmuwan, guru, polisi, politisi, dan profesi lainnya. Tidak ada pekerjaan yang ‘aman-aman’ saja sekalipun bekerja sebagai penceramah agama. Salah satu risiko yang dialami petani adalah gagal panen atau pertaniannya diserang hama. Menjadi dokter, nyawa pasien […]

Read More Pajakmu Berarti

Beras yang Ditukar

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel di salah satu situs dunia maya, yang membuat saya tertegun sejenak adalah berita mengenai mulai sulitnya regenerasi petani. Sudah jamak diketahui bahwa menjadi petani identik dengan kemiskinan. Seorang petani yang sudah terlanjur dihakimi sebagai orang miskin pun tidak menginginkan anak cucu turunannya menjadi petani lagi. Berpendidikan setingkat lebih tinggi […]

Read More Beras yang Ditukar

antarmanusia

Manusia adalah makhluk sosial, kalimat yang tersusun atas empat kata ini rupanya tidak pernah usang dimakan zaman. Selalu digembar-gemborkan. Nalurinya memang seperti itu: bersosialisasi dengan sesamanya. Di era digital yang bersosialisasi dapat dilakukan melalui pelbagai cara ini, tidak ada alasan bagi umat manusia untuk tidak bersosialisasi. Jika ia tidak ikut dalam arus perubahan, cara baru […]

Read More antarmanusia

Komunitas Khayalan: Single Berprinsip

Umurku baru saja memasuki dasawarsa kedua. Baru, benar-benar baru. Aku yang sejak kecil memang hobi berimajinasi atau lebih tepatnya ‘dikit-dikit dipikirin’ menjadi merasa dewasa sebelum waktunya. Hal sekecil apapun pasti kupikirkan. Termasuk dalam urusan asmara. Bukan. Bukan aku yang menjadi objek pikiranku kali ini. Aku sudah beralih dari cinta-cintaan sebelum waktunya. Berbeda dengan kawan-kawan sebayaku. […]

Read More Komunitas Khayalan: Single Berprinsip

Memilih Untuk Menjaga

Seharusnya tulisan ini belum sewaktunya untuk dipublikasikan. Tapi sudahlah, daripada saya harus melalui malam-malam yang sedikit lebih panjang dari biasanya karena gelisah. “Matahari tidak pernah meninggalkan bumi sekalipun bumi tidak mampu melihatnya, entah tertutup oleh mendung gelap atau hujan lebat. Sekalipun bumi tidak bisa merasakan kehadirannya di malam hari, matahari titipkan cintanya kepada bulan. Matahari […]

Read More Memilih Untuk Menjaga

De Har: Warna

Pagi itu, di sekitaran jam enam pagi, seperti biasa saya sudah berada di atas angkot. Perjalanan menuju kantor kali itu terasa sedikit berbeda, bukan karena lebih macet dari hari sebelumnya. Tapi saat saya menyadari dalam satu angkot yang sama ada seorang bapak paruh baya bersama seorang putra kecilnya. Memang tidak aneh, namun seketika membuat saya […]

Read More De Har: Warna

Sampai Tua Abdi Negara

Berbicara tentang singkat-menyingkat, menurut saya sah-sah saja sebuah lembaga pendidikan memiliki akronim nama lembaganya agar terdengar lebih familiar dan mudah diingat oleh masyarakat. Beberapa di antaranya seperti: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara disingkat STAN, Universitas Indonesia disingkat UI, Institut Pendidikan Dalam Negeri disingkat IPDN, Institut Teknologi Bandung disingkat ITB, dan lembaga pendidikan lainnya. Namun saat akronim […]

Read More Sampai Tua Abdi Negara

Nggak rela jadi relawan ?

Suatu Kamis sore di awal bulan April, belum habis satu mangkok mie rebus instan pesanan saya, tiba-tiba WhatsApp menyemburkan jendela obrolannya. Muncul nomor yang belum pernah saya simpan sebelumnya. Dari perkenalan singkat itu, pemilik nomor menyebut nama “Gulo”. Sejurus kemudian saya teringat dengan seorang kakak tingkat yang sudah lama membuat saya terkesan. Salah satu penyebabnya […]

Read More Nggak rela jadi relawan ?

Per(tum)puan

Bermula dari adik perempuan saya yang gagal lolos jalur undangan seleksi masuk perguruan tinggi, membuat saya berpikir kembali tentang langkah apa yang seharusnya diambil. Pemilihan jurusan yang tepat barang tentu hal yang penting. Dan pemilihan jurusan itu pula lah yang paling membuat gelisah satu keluarga. Bagaimanapun keputusan sekarang besar-kecil kemungkinannya akan memengaruhi kehidupannya kelak. Saya […]

Read More Per(tum)puan